Prihatin, 16 Santri Ponpes Di Lamongan Ini Aniaya Temannya Hingga Tewas

SHARE

Hendonesia.com –ย Polisi akhirnya menetapkan 16 santri ponpes di Lamongan yang menganiaya temannya, Adam Faswas (13) hingga tewas sebagai tersangka. Hal itu dipastikan usai reka ulang yang dilakukan di Polres Lamongan.

Kasubag Humas Polres Lamongan AKP Suwarta mengatakan santri di bawah umur ini ikut menganiaya korban hingga tewas. “Hasil rekonstruksi menunjukkan para santri ini terlibat semua ikut menganiaya korban hingga akhirnya meninggal dunia sebelum tiba di Klinik Medika,” kata Warta kepada wartawan, Rabu (14/12/2016).

Tentang penahanan ke-16 santri, pihaknya mempertimbangkan hukum karena usia pelaku masih di bawah umur dan bekerja sama dengan Bapas Bojonegoro. Polisi juga akan bekerja profesional menangani kasus ini sesuai hukum yang berlalu.

“Kami akan bekerja secara profesional sesuai dengan perundang-undangan,” tegasnya.

Sementara Ketua Komisi D, Ali Mahfudz mengaku prihatin atas peristiwa itu. Apalagi, kasus penganiayaan itu terjadi di lingkungan pondok. Dirinya berharap ke depan kejadian semacam ini tidak terjadi kembali. “Mudah mudahan ke depan tidak terulang kembali,” harapnya.

Meski begitu, polisi diharapkan bekerja sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Apalagi, pelaku penganiayaan ini masih dibawah umur atau anak-anak. “Untuk proses hukum kepolisian diharapkan melakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Apalagi yang sudah ditetapkan tersangka adalah anak-anak,” terangnya.

Seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah At Taqwa Desa Kranji Kecamatan Paciran-Lamongan, Adam Faswas (13) meninggal dunia diduga dianiaya 16 temannya, karena dituduh mencuri uang dan hard disk, Minggu (11/12).

Usai dikeroyok, Adam berbaring di kamar. Keesokan harinya, Adam masih terlihat bangun dan menuju kamar mandi namun tak kunjung keluar. Salah satu santri lainnya yang sedang menuju ke kamar mandi menemukan korban pingsan.

Mengetahui Adam pingsan, santri lain melaporkan kejadian ke ustadnya dan membawa Adam ke RS Medika Kranji. Namun Adam dirujuk ke Puskesmas Paciran karena diketahui sudah meninggal dunia dan dilakukan autopsi.

Loading...
loading...