Alifurrahman; Beranikah Indonesia Menindak Habieb Rizieq ?

SHARE
Loading...

Hendonesia.com – Seperti di kutip dari laman, Seword.com – Selama beberapa minggu saya menahan diri untuk tidak menanyakan ini. Saat banyak orang bertanya mengapa pemerintah takut pada FPI, tidak berani menangkap Rizieq, saya hanya bisa menjawab; pemerintah sudah tau dan segera dicari waktu yang tepat. Dengan beberapa pihak terkait, saya juga sudah sampaikan pada setiap kesempatan. Namun semua jawabannya adalah: tunggu.

Sementara di sisi lain FPI, Rizieq dan kelompoknya terus menerus menebar propaganda dan provokasi. Rizieq di ruang terbuka pernah mengancam akan membunuh Ahok, mengancam menduduki istana dan melengserkan Jokowi. Apa yang dilakukan Rizieq ini melanggar pasal ancaman pada pejabat publik dan makar. Sudah sangat jelas. Bukan sekali dua kali, tapi berulang kali.

Kemudian soal ujaran kebencian, Rizieq juga dengan lantang mengatakan “Presiden goblok, udah menteri agamanya sesat, kurang ajar, qori’nya dajjal, istananya menjadi istana iblis,” dalam sebuah kesempatan. Selengkapnya dalam tulisan saya: https://seword.com/sosbud/jokowi-menistakan-ulama-yang-bilang-biadab-kurang-ajar-iblis-setan-dajjal/

Lalu sekarang yang terbaru adalah Rizieq menyinggung keyakinan agama lain dengan mengatakan “Habib Rizieq ‘selamat natal,’ artinya apa? Selamat hari lahir Yesus Kristus sebagai anak Tuhan. Saya jawab, ‘Pak, lam yalid walam yulad,’ Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Kalau Tuhan beranak, bidannya siapa?”

Apakah negara berani tangkap Rizieq?

Pada banyak kesempatan, saya pernah mendapat alasan bahwa Rizieq susah diproses karena tidak ada yang melaporkan. Presiden Jokowi memilih bekerja dan sibuk membangun Indonesia, kemudian membiarkan suara-suara sumbang Rizieq sebagai hiburan. Ahok juga enggan melaporkan, sebab sedang ditekan massa atas kasus penistaan agama.

Namun yang terakhir soal penistaan terhadap agama kristen dan menyinggung Yesus, Rizieq berhadapan dengan ummat kristen, dan kini secara resmi sudah dilaporkan ke Polisi oleh Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI).

Kalau sudah ada yang melaporkan, pertanyaan selanjutnya adalah; apakah negara ini berani menangkap Rizieq? Pelanggarannya jelas dan ada pelaporan.

Akankah Rizieq Tumbang oleh Mahasiswa?

Meskipun saya gemas dengan provokasi Rizieq, namun saya memilih setuju bahwa sebaiknya Presiden Jokowi tidak menanggapi Rizieq. Terlalu banyak pekerjaan dan PR negeri ini, yang kalau mengurusi Rizieq malah akan menyita waktu dan tidak mampu melakukan banyak hal.

Saya juga terpaksa sepakat dengan analisis bahwa sebenarnya Rizieq hanya mencari panggung, mencari lawan duel yang sangat kuat untuk menarik simpati dan perhatian. Sehingga kalau Presiden Jokowi meladeni, ini akan jadi seperti cerita SBY yang mensomasi Sri Mulyono. SBY justru memberi panggung pada Sri Mulyono.

Tapi sekarang Rizieq justru dilaporkan oleh mahasiswa, kelompok orang yang pastinya tak pernah dibayangkan akan menjegal Rizieq. Sebab Rizieq hanya melawan orang-orang penting seperti Presiden dan Gubernur. Secara hitungan popularitas, rugi sekali kalau Rizieq harus melawan mahasiswa. Saya pikir Presiden Jokowi dan Ahok diam-diam sedang senyum-senyum absurd membaca berita ini. Hahaha

Melindungi Mahasiswa

Saya cukup mengapresiasi atas keberanian sekelompok mahasiswa yang melaporkan Rizieq ke Polisi. Sebab selama ini, seingat saya, belum pernah ada yang berani melaporkan Rizieq.

Untuk itu saya pikir penting untuk memperhitungkan keamanan kelompok mahasiswa ini dari intimidasi FPI. Sebab kita tau FPI merupakan ormas yang paling rajin sweeping dan teriak-teriak. Jangan sampai teman-teman mahasiswa ini nantinya mundur dan menarik laporannya.

Terakhir, untuk Presiden Jokowi dan Kapolri, sampai saat ini saya bisa memaklumi kalau Presiden lebih mau mengurusi hal-hal yang berkenaan dengan ekonomi negara. Presiden berani naikkan BBM, berani bubarkan Petral, berani bekukan PSSI, berani tenggelamkan kapal asing ilegal dan sebagainya, tak ada orang yang bisa membantah keberanian Presiden. Saya juga tidak bisa menyangsikan keberanian Kapolri Tito Karnavian, tak akan mundur walau melihat teroris.

Tapi selain soal ekonomi dan teroris, ada juga yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, yakni toleransi dan kerukunan ummat beragama. Rizieq bukan sekali dua kali meresahkan masyarakat dan membuat keributan, bantu kami mengerti, bantu rakyat Indonesia mengerti, bahwa apa yang dilakukan Rizieq adalah hal-hal yang melanggar undang-undang di Indonesia. Bantu kami mengerti bahwa apa yang dilakukan Rizieq tidak boleh ditiru dan dilakukan oleh orang lain.


Loading...